Absensi Kedisiplinan Berpengaruh Terhadap Tunjangan Sertifikasi Guru

Tunjangan Sertifikasi Guru Menjadi Pertimbangan

Namun, untuk tunjangan sertifikasi, Ramli berpendapat bahwa tunjangan sertifikasi guru akan berlaku secara nasional aturannya, sehingga tidak di perlukan pembuatan aturan pemotongan baru, untuk tunjangan tersebut. Saya sendiri cukup mengapresiasi langkah berani itu, walaupun kemudian pasti akan menimbulkan gesekan disana sini antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan instansi lain yang menyetujui wacana ini.

Memang kita perlu mengakui dengan jujur, bahwa ada sebagian guru yang tidak disiplin dalam mengajar. Kita sering mendapati guru terlambat masuk kelas hingga berjam-jam lamanya tidak karu-karuan, alasanya biasanya cukup klise yaitu macet di jalan atau karena memang males mengajar.

Kita juga sering disuguhkan bahwa ada sebagian guru yang pulang mengajar sebelum jam kantornya habis. Setidaknya Satpol PP pernah terlibat adu cekcok dengan sebagian para guru yang membolos mengajar pada jam kerja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Miris memang jika guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada murid agar rajin berangkat sekolah, tapi dirinya sendiri tak disiplin serta melakukan tindakan pembolosan dalam mengajar.

Maka dengan dibuatnya aturan ini bukan tak mungkin kita bisa menghilangkan budaya jam karet di negeri kita, saya optimis jika gurunya anti jam karet. Maka muridpun akan ikut mencontohnya, sehingga akan senantiasa datang tepat waktu sampai di sekolahan.

Demikian informasi mengenai Absensi Kedisiplinan Berpengaruh Terhadap Tunjangan Sertifikasi Guru semoga para abdi negara khusus nya mereka yang berkarir sebagai guru bisa mengoptimalkan kinerjanya.

Share This Post

Post Comment