Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah Beserta Lilirk dan Maknanya

Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah Beserta Lilirk dan Maknanya

infogtk.org – Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah Beserta Lilirk dan Maknanya. Dikutif dari laman wikipedia Jawa Tengah (disingkat Jateng, Hanacaraka: ꦗꦮ​ꦠꦼꦔꦃ; Jawa: Jåwå Tengah) menjadi bagian dari provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Kota Semarang ditunjuk menjadi ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Secara geografis Provnsi Jateng disebelah barat berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat, di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan disebelah timur berbatasan dengan provinsi Jawa Timur, sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.

Provinsi Jawa Tengah memiliki Luas wilayah 32.800,69 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa. Bberdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2020 provisni inii memiliki jumlah penduduk sekitar 34.718.204 jiwa dengan kepadatan 1.058,46 jiwa/km².

Secara geografis dan budaya Jawa Tengah terkadang juga mencakup wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara budaya jateng dikenal dengan julukan “jantung” budaya Jawa. Walaupun demikian di provinsi ini tedapat suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Sebagai provinsi yang dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten), yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Dengan adanya keberagaman budaya pada tiap-tiap wilayah menjadi faktor utama lahirnya lagu daerah jawa tengah sebagai ikon atau simbol. Oleh karena itu Admin mencoba untuk merangkum kumpulan beberapa lagi dareah yang berasal dari Provisni Jawa Tengah yang berhasil dihimpun dari berbagi sumber.

Lagu Daerah Jawa Tengah Beserta Lilirk dan Maknanya

1. Suwe Ora Jamu
Judul : Suwe Ora Jamu
Pencipta : R.C. Hardjosubroto
Daerah : Provinsi Jawa Tengah
Golongan : Lagu daerah / Lagu wajib daerah

Adalah seorang komposer karawitan sosok R.C. Hardjosubroto yang menciftakan Suwe Ora Jamu yang menjadi bagian dari lagu daerah Jawa Tengah. Lagu ini begitu populer khususnya di kalangan masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, terlebih setelah dinyanyikan dan dipuplerkan oleh Waldjinah.

Berikut lirik asli lagu Suwe Ora Jamu dengan menggunakan bahasa Jawa Ngoko.

Suwe ora jamu
Jamu godhong telo
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan gawe gelo

Artinya:

Lama tak minum jamu
Jamu daun ketela
lama tidak bertemu
Sekalinya bertemu membuat kecewa

Secara bahasa makna dari lagu suwe ora jamu adalah sebuah rasa kekecewaan. Karena sudah tidak lama bertemu malah membuat kecewa. Denagn lirik lagu yang singkat dan berbentuk pantun yang bercerita tentang pertemuan dua orang yang sudah lama berpisah sehingga tidak bisa bertemu, namun pada saat bertemu banyak perubahan yang berakit muncul rasa kecewa.

Not Angka Lagu Suwe Ora Jamu

2. Jaranan
Judul : Jaranan
Pencipta : Ki Hadi Sukatno
Daerah : Provinsi Jawa Tengah
Golongan : Lagu daerah / Lagu wajib daerah

Adalah sosk Ki Hadi Sukatno sosok yang menciftakan lagu Jaranan ini yang menajdi bagian budaya lagu daetah Jawa Tengah. Umumnya lagi ini sering di nyayikan pada sebuah pagelaran pentasan seperti acara adat, pagelaran seni bahkan sampai resepsi pernikahan.

Jaranan, jaranan jarane jaran tejhi
Sing numpak Mas Ngabèhi,
sing ngiring para abdi

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung
jrhek jrhek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing
thok thok gedebuk jedhèr

Gedebuk krincing gedebuk krin cing
thok thok gedebuk jedhèr

Artinya:

Kuda kudaan … Kuda kudaan
Kudanya kuda teji
Yang naik ndoro Bei
Yang diikuti para abdi

Cek cek nong … cek cek gung
Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedebuk krincing … Gedebuk krincing
Gedebuk krincing … Prok prok
Gedebuk jeder

Kuda kudaan … Kuda kudaan
Kudanya kuda kepang
Yang naik baju merah
Jalannya angguk anggukan

Cek cek nong … cek cek gung
Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedebuk krincing … Gedebuk krincing
Gedebuk krincing … Prok prok
Gedebuk jeder

Kuda kudaan … Kuda kudaan
Kudanya kuda kore
Tidak ada kendalinya
Kudanya lari sendiri

Lagu jaranan seringkali dijadikan sebuah tarian oleh anak-anak. Lagu ini mengajarkan nilai-nilai untuk menghormati dan bersikap santun kepada atasan, orang yang lebih tua, atau berkedudukan lebih tinggi. Selain itu juga mengajarkan sifat kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama dengan orang lain.

Not Angka Lagu Jaranan

3. Bengawan Solo
Judul : Bengawan Solo
Pencipta : Gesang
Daerah : Provinsi Jawa Tengah
Golongan : Lagu daerah / Lagu wajib daerah

Adalah seorang lelaki sederhana yang berasal dari Kota Solo bernama Gesang Martohartono sosok terciftanya Lagu Bengawan Solo. Pria yang kerap akrab disapa Gesang, yang merupakan seorang maestro keroncong dengan puluhan karya lagu.

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani

Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Dimusim hujan air.
Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Dan akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Dimusim hujan air.
Meluap sampai jauh
Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Dan akhirnya ke laut
Itu perahu
Riwayatnya dulu
Kaum pedagang selalu…
Naik itu perahu

Sebagai informasi Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Aliran airnya berasal dari dua hulu, yaitu di pegunungan kidul di Wonogiri dan di Ponorogo. Adapun muaranya terletak di Gresik. Sungai ini dahulunya bernama Wuluyu atau Wulayu. Disebut juga Semangy, sumber data nama tersebut ditemukan dalam suatu naskah berbahasa Belanda pada abad ke 17.

Lagu ini memiliki alam pikiran sendiri, entah mungkin dari kesengajaan alm. Gesang dalam mencipta karya ini. Sumber kekuatan dalam lagu ini adalah kebesaran jiwa alm.Gesang semasa hidup dalam memandang alam sekaligus kehidupan sosial yang menyatu didalamnya.

Irama lagu Bengawan Solo pernah menjadi lagu perjuangan bagi masyarakat Polandia pada tahun 1965. Kala itu, negeri itu tengah berjuang untuk merebut kemerdekaan tanah airnya dan karya Gesang turut andil di dalamnya.

Not Angka Lagu Bengawan Sololagu

4. Gundul-Gundul Pacul
Judul : Gundul-Gundul Pacul
Pencipta : Sunan Kalijaga/R.C. Haardjosubroto
Daerah : Provinsi Jawa Tengah
Golongan : Lagu daerah / Lagu wajib daerah

Siapa yang tak kenal dengan Lagu Daerah Jawa Tengah Gundul-Gundul Pacul? Lagu anak-anak ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Jawa. Dilansair dari laman wikipedia menuliskan Terdapat dua sumber mengenai siapa yang sebenarnya menciptakan lagu ini, antara Sunan Kalijaga pada tahun 1400 an atau R.C. Haardjosubroto.

Gundul-gundul pacul-cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi dak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Artinya:

Gundul gundul cangkul, tidak hati hati
Membawa bakul (di atas kepala) dengan tidak hati hati
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

Walaupun berlatar tema lagu anak-anak, makna yang mendalam terkandung dalam filosofi lagu ini. Secara filosofis, Gundul-Gundul Pacul Orang Jawa mengatakan bahwa pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas), dengan pengertian bahwa kehormatan seseorang sangat bergantung pada bagaimana orang tersebut menggunakan empat indera: mata, hidung, telinga, dan mulutnya. Dengan uraian makna sebagai berikut:

Kata gundul merupakan istilah lain dari kepala plontos tanpa rambut. Kepala melambangkan bentuk kehormatan, sedangkan rambut merupakan bentuk lambang mahkota dan keindahan kepala. Jika diartiklan lebih dalam kata gundul memiliki makna sebuah kehormatan tanpa mahkota.

Kata Pacul atau cangkul tak lain menggambarkan sebuah alat pertanian yang melambangkan rakyat kecil dimana mayoritasnya adalah seorang petani.

Kata gemblelengan diartikan sebagai sifat besar kepala, sombong, dan suka bermain-main dalam menggunakan jabatannya. Banyak pemimpin negeri ini yang lupa diri akan amanah rakrat yang diemabankan kepadanya, tetapi menggunakan kekuasaannya untuk kemuliaan dirinya, menggunakan jabatannya untuk berbangga-bangga di antara manusia, dan menganggap kekuasaan itu atas hasil pencapaian dan kepintarannya.

Kata nyunggi nyunggi wakul-kul diartikan sebagai membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya. Wakul sendiri menyimbolkan kesejahteraan rakyat, sumber daya, kekayaan negara, pajak dan sebagainya. Banyak pemimpin yang secara tak sadar bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul di kepalanya.

Akibat dari semua itu ya wakul ngglimpang segane dadi sak latar, diartikan dengan bakul terguling dan nasinya tumpah kemana-mana. Secara makna, jika pemimpin gembelengan maka sumber daya akan tumpah kemana-mana, tidak tersalurkan dengan baik dan kesenjangan terjadi dimana-mana.

Maka makna mendalam dari empat indera dianalogikan menjadi:

  • Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat
  • Hidung digunakan untuk mencium wanginya kebaikan
  • Telinga digunakan untuk mendengarkan nasehat
  • Mulut digunakan untuk mengatakan keadilan
    Jika empat hal tersebut lepas, maka lepas juga kehormatan orang tersebut.

Not Angka Lagu Gundul-Gundul Pacul

Pages ( 1 of 6 ): 1 2 ... 6Next »

Share This Post

Post Comment