Pemerintah Kebut Pelatihan Guru Agar Dapat Terapkan Kurikulum 2013

Dari  Pendidik Jadi Fasilitator

Peran guru pada  pengaplikasian K-13 memang tak sama dengan kurikulum lainnya. Sebelumnya, guru berfungsi sebagai pengajar dan pendidik tapi sekarang mereka  mesti menjadi fasilitator pelajaran bagi siswa.

Kecakapan berpikir tingkat tinggi High Order Thinking Skill diharapkan dapat dilaksanakan siswa dengan difasilitasi para guru. Sebelum K-13 diterapkan sepenuhnya oleh sekolah di Indonesia, guru-guru wajib mengikuti pelatihan.

Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Hamid Muhammad, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan para instruktur yang akan melatih para guru perihal metode pembelajaran K-13. Penyiapan itu dilakukan oleh  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk para guru di tingkat kabupaten/kota.

Peningkatan kapasitas itu dimaksudkan untuk kepala sekolah dan perwakilan guru dari  tiap-tiap sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nantinya, peserta pelatihan meneruskan hasil pelatihannya pada semua guru di lingkungan kerjanya.

“Sampai minggu  ketiga bulan April, saya  kira bisa diselesaikan  penyiapan kapasitas guru untuk menerapkan  K-13,” ujarnya.

Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, E. Nurzaman, menerangkan guru harus memberi kesempatan murid untuk bertanya dalam penerapan K-13. Rangsangan Stimulasi berpikir lebih tinggi lebih besar terjadi jika siswa mengajukan pertanyaan, dibandingkan sekedar menjawab pertanyaan guru.

Info Sahabat GTK , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, sudah membahas seluruh sekolah harus melakukan K-13 pada tahun ajaran 2018/2019. Oleh karena itu, Kemendikbud, melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, secara berjenjang dan bertahap menyelesaikan guru-guru dengan kemampuan menjadi fasilitator agar tidak gagap menerapkan dan menggunakan K-13.

“Tahun lalu, K-13 sudah diterapkan dan diterapkan pada tahun berikutnya. Tahun ini, semestinya mulai semuanya,” kata Nurzaman.

source: Kompas

Share This Post

Post Comment