Perlukah Perubahan Orientasi Kurikulum Pendidikan Di Indonesia?

Pertama, transfer pengetahuan yang menekankan kecakapan learn, unlearn dan relearn.  Kecakapan “learn” berarti bahwa sekolah seharusnya mengajari siswa untuk mempunyai pikiran yang terbuka dalam memperbarui dan menyesuaikan diri dengan dunia yang dinamis ini. Pelajaran dan Pembelajaran ini, segala  hal terus berubah dan berkembang. Siswa seharusnya popularitas terkini  dalam ilmu pengetahuan dan metode atau sistem mengakses info yang ada di sekitar mereka.

“Unlearn” berarti bahwa siswa seharusnya sanggup melepaskan tiap pola pikir  info lama yang mungkin telah tak relevan dengan perkebangan ilmu pengetahuan. Siswa juga perlu memahami bahwa merubah paradigma lama mereka dan berani menghadapi perspektif baru sebagai substitusi dari hal-hal yang penting  ialah  modal utama dalam menghadapi dinamika global.

“Relearn” berarti bahwa siswa semestinya berpikiran terbuka untuk merangkul seluruh kemungkinan. Mereka mungkin sudah belajar sesuatu sebelumnya dan semestinya mengubahnya. Oleh sebab itu, sesudah siswa berubah pikiran perihal seputar sesuatu, penting bagi mereka untuk mempelajari kembali hal baru untuk menggantikan info  sebelumnya yang tak relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kedua, sekolah seharusnya  secara tetap menggunakan pelajaran berbasis konteks. Pengajaran atau Pendidikan berbasis konteks ialah pelajaran yang mengintegrasikan materi pelajaran dengan kehidupan kongkret siswa. Dengan pelajaran ini, siswa akan mempunyai pengalaman praktis dalam memahami materi dan bukan cuma sekadar pengetahuan teoritis belaka.

Pengajaran atau Pendidikan seperti ini mengutamakan pemanfaatan info  dan materi yang siswa akan hadapi dalam kehidupan kongkret . Oleh sebab itu, siswa tak  semestinya senantiasa dikurung dalam kelas tapi justru  semestinya mengeksplorasi materi dari perspektif kehidupan kongkret .

Siswa  semestinya  dibawa ke pasar, terminal, perusahaan, kantor polisi atau tempat di mana mereka diajar  untuk mengasosiasikan info  yang mereka pelajari dengan konteks kehidupan kongkret. Mereka perlu belajar kosa kata di sekolah akan menolong mereka untuk berdiplomasi atau mengirim e-mail/surat elektronik kesahabat-sahabat mereka di negara lain, atau kenapa kerja sama regu akan menolong mereka untuk berhasil dalam karir masa depan mereka. Dengan cuma menerapkan buku dan memisahkan materi belajar dari konteks kehidupan kongkret, produktivitas pelajaran siswa akan amat baik.

Sahabat Info GTK dengan menekankan sebagian hal-hal demikian yang diinginkan siswa kami akan sanggup menjawab tantangan yang terjadi di dunia luar. Sekolah bertanggung jawab untuk mempersiapkan siswa sebagai warga global yang kontrbutif. Sehingga, kita perlu menganalisis banyak hal dalam metode cara Pengajaran Indonesia, khususnya mengenai orientasi kurikulum dan pendekatan pelajaran dalam menghadapi dinamika dan tantangan global di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Share This Post

Post Comment