PIP SD

infogtk.org – Sahabat info GTK pada uraian kali ini akan mengulas tuntas profram pemerintah yang bernamaProgram Indonesia Pintar (PIP). Merupakan salah satu bentuk program prioritas yang diusung oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan layanan pendidikan para pelajar (dari tingkat SD/MI, SMP hingga SMA/SMK/MA) melalui penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan mendapatkan bantuan dana pendidikan secara berkelanjutan.

Berikut ini Admin uraikan hal-hal yang terkait dalam Program Indonesia Pintar

Siapa Penyelenggara Program Indonesia Pintar?

Program Dana bantuan Program Indonesia Pintar merupakan bentuk kerja sama yang terbentuk dari  tiga kementerian. Pihak ini meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Apa Dibalik Tujuan PIP

Program Dana bantuan Program Indonesia Pintar secara khusus disusun dan dirancang guna membantu peserta anak-anak usia sekolah dari golongan keluarga miskin/rentan miskin/prioritas agar tetap mendapatkan bentuk layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik itu melalui jalur pendidikan formal (mulai dari tingkat SD/MI hingga Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Upaya Pemerintah dalam mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya merupakan langkah awal tujuan program ini. Pemerintah berharap dengan adanya program ini dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Mengapa harus ada Kartu Indonesia Pintar (KIP)?

Sebagai bentuk langkah penyaluran program PIP ini, terciptalah Kartu Indonesia Pintar (KIP). KIP disalurkan kepada penerima program sebagai bentuk wujud penanda/identitas penerima bantuan pendidikan PIP.

Layaknya sebagai “kartu sakti” penerima kartu KIP akan diberikan jaminan dan kepastian anak-anak usia sekolah terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan.

Umunya bantuan pendidikan PIP berlaku untuk setiap anak penerima hanya berhak mendapatkan 1 (satu) KIP.

Baca juga : Verifikasi Dan Validasi Data Siswa Penerima PIP

Bagaimana jika siswa miskin belum menerima KIP?

Siswa dapat mendaftarkan dirinya dengan membawa persyaratan utama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tuanya ke lembaga pendidikan terdekat.

Jika siswa tersebut tidak memiliki KKS, orang tuanya dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW dan Kelurahan/Desa terlebih dahulu agar dapat melengkapi syarat pendaftaran.

Besaran Dana Program Indonesia Pintar (PIP)?

  1. Peserta didik tingkat SD/MI/Paket A berhak mendapatkan Rp450.000,-/tahun;
  2. Peserta didik tingkat SMP/MTs/Paket B berhakmendapatkan Rp750.000,-/tahun;
  3. Peserta didik tingkat SMA/SMK/MA/Paket C berhak mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun.

Detil jumlah untuk kelas akhir di setiap jenjang dapat dibaca di Petunjuk pelaksanaan PIP Kemendikbud Tahun 2016.

Bentuk Kewajiban peserta didik penerima bantuan dana PIP?

  1. Peserta didik tingkat SD/MI/Paket A berhak mendapatkan Rp450.000,-/tahun;
  2. Menyimpan dan menjaga KIP dengan baik;
  3. PIP merupakan bantuan pendidikan. Dana Manfaatnya harus digunakan untuk keperluan yang relevan;
  4. Terus belajar dan bersekolah (tidak putus sekolah) dengan rajin, disiplin dan tekun.

Untuk apa saja penggunaan dana PIP?

Dana Program Indonesia Pintar dapat dipergunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pribadi peserta didik, seperti biaya membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku hingga biaya transportasi, biaya praktik tambahan serta biaya uji kompetensi.

Bagaimana jika KIP hilang/rusak?

Kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjadi tanggung jawab penerima dana bantuan program. Jika kartu KIP hilang/rusak, pemilik kartu dapat segera menghubungi kontak pengaduan PIP.

Adapun prosedur penggantian kartu baru yang hilang/rusak, pemilik wajib memberitahukan nomor KIP dan menyertakan identitas diri.

Apakah ada lembaga yang mengawasi pelaksanaan PIP?

Pengawasan Program Indonesia Pintar terdiri dari 2 jalur, yakni pengawasan internal dan pengawasan external. Bentuk pengawasan internal dilakukan oleh sekolah/lembaga pendidikan, dan pengawasan eksternal dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pihak luar seperti masyarakat juga dapat membantu pengawasan PIP dengan melaporkan hal yang dianggap tidak sesuai ke kontak pengaduan.

Akses informasi penting terkait Program Indonesia Pintar (PIP)

  • http://indonesiapintar.kemdikbud.go.id (Umum)
  • http://pipsd.kemdikbud.go.id/home/index.html (Umum)
  • http://pipsd.kemdikbud.go.id/manajemen/index.php/Auth (Keperluan Dinas/Sekolah)

Demikianlah sahabat Info GTK ulasan mengenai penjabaran Program Indonesia Pintar (PIP) yang dapat admin sampaikan. Semoga bermanfaat buat anda semua.

Share This Post

Post Comment